Minggu, 13 November 2011

Teruntuk diri ini yang tak pernah sempurna

Untuk ke sekian kalinya kini ku ukir kembali kertas ini dengan tinta hitam, entah ada angin apa aku merasa rindu dengan tulisan ini, mungkin sudah lama tak ku rasakan seperti ini lagi, semoga saja,,,*

“Teruntuk diri ini yang tak pernah sempurna”

lembayung senja turun temani sepi, menuntunku berjalan kearah yang tak pasti.
menerpa tubuhku yang rapuh dalam kesunyian yang tak kunjung henti.
Anganku tak jua henti melayang dalam bayang semu cintaku.
Mengembara jauh ke dalam mimpimu indahmu.
Akankah diri ini dapat bertahan dengan harapan semu.
Akankah kebahagian ini kan tetap bersemi di hati
Terkadang pilu, terkadang rindu,,,
Dimanakah sesungguhnya dapat ku labuhkan cinta ini
Aku semakin lumpuh, aku semakin rapuh
*dan kini*
Rasa ini semakin larut dalam hadirmu, Jauh terbayang dalam benakku
temani mimpi dalam anganku
teduh wajahmu seakan buat diri tak sempurna, ku piker itu hanya untukmu
mungkin saja kau tak tau, mungkin saja kau tak peduli, dengan apa yang terjadi.
Kini tak banyak yang di harapkan untuk diriku.
mungkin____,
hanya berharap buatmu tersenyum bahagia disisku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar